Archive for the ‘Sastra’ Category

Mencari Sebuah Masjid (karya Taufiq Ismail)

Aku diberitahu tentang sebuah masjid
Yang tiang-tiangnya pepohonan di hutan
Fondasinya batu karang dan pualam pilihan
Atapnya menjulang tempat tersangkutnya awan
Dan kubahnya tembus pandang, berkilauan
Digosok topan kutub utara dan selatan

Aku rindu dan mengembara mencarinya

Aku diberi tahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan
Dihiasi dengan ukiran kaligrafi Quran
Dengan warna platina dan keemasan
Berbentuk daun-daunan sangat beraturan
Serta sarang lebah demikian geometriknya
Ranting dan tunas jalin berjalin
Bergaris-garis gambar putaran angin

Aku rindu dan mengembara mencarinya

Read more »

Bait-bait Hujan

sore ini hujan singgah di halamanku
datang dengan sejumput pesan
bukan tentang kerinduan darimu
karena lama terpisahnya kita
tapi
tentang tanya yang belum terjawab
kapankah tunainya janji pembaharu itu
yang dulu lantang kupekikkan

juga bukan tentang seonggok cinta
antara dua insan
karena cinta yang ia tagih
adalah bulir-bulir
penantian tentang tekad
bahwa hidup adalah memberi sebanyak-banyaknya

juga keliru ketika kau menganggapnya
sebagai rasa sayang
toh, hujan ini ternyata begitu menggelora
meski turun dengan lirihnya

dan hujan telah telak menohokku
dalam
menghujam
baktiku belum teruji
tekadku masih sebatas nyali
hidupku ternyata miskin arti

-sore hujan, awal juni 2009-

Hujan Ini

Hujan Ini
(dikutip dari karya adek, Zulhanief M, it’s so inspiring me)


Hujan ini menggoreskan tanya
Sampai kapan engkau berada di sana
Entah sampai kau terhempas masa
Hanya prediksi wacana belaka

Ini hujan ada asa
Ini masa kau harus berkarya
Bukankah basahnya telah nyata
Ada rasa t’lah tercipta

Aku harus dikenang dunia
Bukankah derasnya makin nyata
Dan adakah hidup untuk kau saja?

(teruntuk cita yang sedang ku kejar di ufuk sana)