<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>It's the stories from me</title>
	<atom:link href="http://akhdaafif.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akhdaafif.wordpress.com</link>
	<description>Untuk Allah, Islam, dan Umat Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2009 04:57:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='akhdaafif.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/230d93ae6f1c28fd372e220e32278392?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>It's the stories from me</title>
		<link>http://akhdaafif.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>KAUST dan Kebangkitan Ilmuwan Muslim</title>
		<link>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/10/12/kaust-dan-kebangkitan-ilmuwan-muslim/</link>
		<comments>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/10/12/kaust-dan-kebangkitan-ilmuwan-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 08:40:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Tepat pada tanggal 23 September 2009, telah diresmikan sebuah universitas baru berskala internasional di Arab Saudi yang dihadiri oleh puluhan perwakilan negara dari berbagai penjuru dunia. Universitas megah ini bernama King Abdullah University of Science and Technology (KAUST). Terletak di dekat laut Merah, kota Thuwal, 80 km di sebelah utara kota Jeddah, KAUST menggunakan bahasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=175&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tepat pada tanggal 23 September 2009, telah diresmikan sebuah universitas baru berskala internasional di Arab Saudi yang dihadiri oleh puluhan perwakilan negara dari berbagai penjuru dunia. Universitas megah ini bernama King Abdullah University of Science and Technology (KAUST). Terletak di dekat laut Merah, kota Thuwal, 80 km di sebelah utara kota Jeddah, KAUST menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan memiliki laboratorium berkelas dunia di lahan seluas 36 km2. Di kompleks kampus juga tersedia berbagai fasilitas lainnya seperti apartemen dosen dan mahasiswa, tempat hiburan, restoran, kafe, supermarket, pom bensin serta fasilitas olahraga yang lengkap.</p>
<p>Kampus ini adalah realisasi terhadap visi jangka panjang raja Abdullah, raja Arab Saudi saat ini. Beliau ingin menciptakan “Baitul Hikmah” (House of Wisdom) baru. Baitul Hikmah adalah sebuah tempat yang berperan sebagai perpustakaan, pusat riset, dan biro penerjemah di Baghdad pada abad 9 s.d. 13 Hijriah. Dibangun atas kerja keras Harun Ar Rasyid dan Al Ma’mun, tempat itu telah menjadi motor kebangkitan intelektual muslim dan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam dunia kedokteran, ilmu pelayaran, pertanian, dan astronomi.</p>
<p><span id="more-175"></span></p>
<p>KAUST menyimpan ambisi besar untuk menciptakan era baru dalam dunia sains dan teknologi. Tidak hanya bagi Arab Saudi, tetapi juga bagi regional jazirah Arab serta masyarakat dunia. KAUST memfokuskan dirinya dalam riset sains dan teknologi. Oleh karena itulah, KAUST hanya diperuntukkan bagi mahasiswa program master dan doktoral. Dengan sembilan program studi dan kerjasama dengan universitas terkemuka dunia, KAUST menawarkan kesempatan yang sangat luas kepada mahasiswanya untuk mengembangkan riset yang sesuai dengan minat dan kompetensinya.</p>
<p>KAUST juga mencatatkan diri dalam sejarah pendidikan di Arab Saudi karena merupakan kampus pertama yang menggabungkan mahasiswa pria dan wanita dalam proses pendidikannya. Pada tahun akademik 2009 ini, tercatat 44 mahasiswa doktoral dan 330 mahasiswa master, yang mewakili 61 negara dan 161 universitas di dunia. Untuk mendukung visi besarnya, telah direkrut 71 profesor yang telah memiliki reputasi paten, buku, jurnal, dan produk-produk ilmiah lainnya.</p>
<p>Peresmian kampus ini merupakan sebuah angin segar bagi dunia Islam pada khususnya. Setelah masa keemasan Islam yang melahirkan banyak ilmuwan muslim, Islam seperti tenggelam dalam begitu pesatnya prestasi ilmuwan-ilmuwan barat. Bahkan, terkesan kita malah menyingkir dari kompetisi peradaban, dan menyibukkan diri dengan kajian kitab agama. Tentu saja, mengkaji ajaran Islam adalah kewajiban bagi setiap muslim. Namun, konsep ini lantas keliru ketika dilihat hanya sebagai perspektif hanya mempelajari ilmu qauliyah. Karena ketika perspektif kita terbelenggu seperti itu, sesungguhnya kita telah berlaku sekuler, memisahkan ilmu akhirat dengan ilmu dunia.</p>
<p>Padahal Allah telah mengingatkan kita tentang pentingnya setiap muslim untuk memperhatikan setiap ciptaan-Nya sebagaimana terdeskripsikan jelas di QS Ali Imran ayat 190-191, “<em>Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka</em>”.</p>
<p>Dan karena mayoritas muslim mengabaikan ilmu pengetahuan dan teknologi, peradaban dunia saat ini dikuasai oleh nonmuslim. Lihatlah bagaimana mereka mengendalikan jaringan komputer dan satelit di dunia. Lihatlah kedigdayaan mereka yang berhasil mengembangkan teknologi pengobatan modern. Bahkan, mazhab ekonomi, sosial, politik, dan budaya kita benar-benar berkiblat seutuhnya kepada mereka. Kita sendiri hanya sanggup menjadi makmum. Lebih mengherankan lagi, ternyata kita sungguh bangga menjadi pengekor hasil karya mereka. Hanya segelintir bagian umat ini yang masih menyadari bahwa kita harus bangkit di tengah keterpurukan ini.</p>
<p>Ilmu agama serta ilmu sains dan teknologi adalah dua hal yang harus berjalan secara sinergis; dipelajari, dikembangkan dan diterapkan secara bersamaan. Dalam sebuah analogi, diumpamakan bahwa orang yang hanya memahami agama tanpa tahu ilmu lainnya, laksana orang lumpuh. Adapun orang yang menguasai ilmu sains dan teknologi, tapi tak paham agama, bagaikan orang buta. Maka Islam begitu indahnya, mengajarkan keseimbangan (tawazun) kepada pemeluknya. Menjadi muslim sejati adalah muslim yang mantap akidahnya, sholeh ibadahnya, cerdas pikirannya dan kuat jasmaninya.</p>
<p>Demikianlah generasi ilmuwan muslim telah memberikan teladannya. Ibnu Sina, pakar muslim dalam bidang kedokteran, geologis, astronomi, matematika, fisika, kimia, dan musik, adalah penghapal Al Quran sejak usia 10 tahun. Ada pula Ibnu Rusta, astronom muslim yang menggunakan dalil-dalil Al Quran untuk memperkuat argumentasi karyanya. Demikian juga Katip Celebi, ahli hukum Islam hingga tafsir Al Quran, yang mengukuhkan dirinya sebagai pakar geografi dan sejarah. Bahkan kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan, telah diakui secara resmi oleh UNESCO.</p>
<p>Memang tidak mudah untuk meningkatkan ketertarikan umat ini menekuni pula dunia sains dan teknologi. Ada banyak faktor yang menghambat, seperti kemiskinan, kebodohan, dan minimnya dukungan terhadap ilmu pengetahuan. Namun, tidak lantas kita boleh berdiam diri. Karena jika demikian, muslim prestatif yang kompeten dalam ilmu agama dan sains teknologi tidak akan pernah terlahirkan.</p>
<p>KAUST bisa menjadi sebuah pemicu dan pengingat bagi kita. Pemicu untuk lebih giat lagi menelurkan karya prestatif di bidang sains dan teknologi. Atau dapat juga menjadi pengingat. Karena memang selama ini kita lalai, terlalu disibukkan dengan berbagai isu politik, ekonomi, budaya dan sebagainya, sehingga investasi sains kita terbengkalai. Cendekiawan muslim itu kini otaknya telah menjadi milik asing, diperas dan diberdayakan mereka. Bukan karena mereka enggan berkarya untuk bangsa dan agamanya. Tapi, sadar ataupun tidak, selama ini ternyata memang kita telah menelantarkannya.</p>
<p><em>**tulisan ini dirangkai sebagai ungkapan syukur dapat menuntut ilmu di KAUST**</p>
<p>dimuat juga di <a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=9475:2009-10-14-01-29-22&amp;catid=68:opini&amp;Itemid=68">website hidayatullah</a></em></p>
Posted in Tulisan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=175&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/10/12/kaust-dan-kebangkitan-ilmuwan-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Sebuah Masjid (karya Taufiq Ismail)</title>
		<link>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/09/20/mencari-sebuah-masjid-taufiq-ismail/</link>
		<comments>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/09/20/mencari-sebuah-masjid-taufiq-ismail/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 00:23:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Aku diberitahu tentang sebuah masjid
Yang tiang-tiangnya pepohonan di hutan
Fondasinya batu karang dan pualam pilihan
Atapnya menjulang tempat tersangkutnya awan
Dan kubahnya tembus pandang, berkilauan
Digosok topan kutub utara dan selatan
Aku rindu dan mengembara mencarinya
Aku diberi tahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan
Dihiasi dengan ukiran kaligrafi Quran
Dengan warna platina dan keemasan
Berbentuk daun-daunan sangat beraturan
Serta sarang lebah demikian geometriknya
Ranting dan tunas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=168&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aku diberitahu tentang sebuah masjid<br />
Yang tiang-tiangnya pepohonan di hutan<br />
Fondasinya batu karang dan pualam pilihan<br />
Atapnya menjulang tempat tersangkutnya awan<br />
Dan kubahnya tembus pandang, berkilauan<br />
Digosok topan kutub utara dan selatan</p>
<p>Aku rindu dan mengembara mencarinya</p>
<p>Aku diberi tahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan<br />
Dihiasi dengan ukiran kaligrafi Quran<br />
Dengan warna platina dan keemasan<br />
Berbentuk daun-daunan sangat beraturan<br />
Serta sarang lebah demikian geometriknya<br />
Ranting dan tunas jalin berjalin<br />
Bergaris-garis gambar putaran angin</p>
<p>Aku rindu dan mengembara mencarinya</p>
<p><span id="more-168"></span>Aku diberi tahu tentang masjid yaang menara-menaranya<br />
Menyentuh lapisan ozon<br />
Dan menyeru azan tak habis-habisnya<br />
Membuat lingkaran mengikat pinggang dunia<br />
Kemudian nadanya yang lepas-lepas<br />
Disulam malaikat menjadi renda-renda benang emas<br />
Yang memperindah ratusan juta sajadah<br />
Di setiap rumah tempatnya singgah</p>
<p>Aku rindu dan mengembara mencarinya</p>
<p>Aku diberi tahu tentang sebuah masjid yang letaknya dimana<br />
Bila waktu azan lohor engkau masuk ke dalamnya<br />
Engkau berjalan sampai waktu asar<br />
Tak bisa kau capai saf pertama<br />
Sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu<br />
Bershalatlah dimana saja<br />
Di lantai masjid ini, yang luas luar biasa</p>
<p>Aku rindu dan mengembara mencarinya</p>
<p>Aku diberitahu tentang ruangan di sisi mihrabnya<br />
Yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya<br />
Dan orang-orang dengan tenang membaca di dalamnya<br />
Di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian<br />
Yang menyimpan cahaya matahari<br />
Kau lihat bermilyar hurufdan kata masuk beraturan<br />
Ke susunan syaraf pusat manusia dan jadi ilmu yang berguna<br />
Di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta<br />
Terletak di sebelah menyebelah mihrab masjid kita</p>
<p>Aku rindu dan mengembara mencarinya</p>
<p>Aku diberitahu tentang masjid yang beranda dan ruang dalamnya<br />
Tempat orang-orang bersila bersaama<br />
Dan bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka<br />
Dan pendapat bisa beerlainan namun tanpa pertikaian<br />
Dan kalau pun ada pertikaian bisalah itu diuraikan<br />
Dalam simpul persaudaraan yang sejati<br />
Dalam hangat sajadah yang itu juga<br />
Terbentang di sebuah masjid yang mana</p>
<p>Tumpas aku dalam rindu<br />
Mengembara mencarinya<br />
Di manakah dia gerangan letaknya</p>
<p>Pada suatu hari aku mengikuti matahari<br />
Ketika di puncak tergelincir dia sempat<br />
Lewat seperempat kuadran turun ke barat<br />
Dan terdengar merdunya azan di pegunungan<br />
Dan aku pun melayangkan pandangan<br />
Mencari masjid itu ke kiri dan ke kanan<br />
Ketika seorang tak ku kenal membawa sebuah gulungan<br />
Dia berkata<br />
&#8216;Inilah dia masjid yang dalam pencarian tuan&#8217;<br />
Dia menunjuk ke tanah ladang itu<br />
Dan di atas lahan pertanian dia bentangkan<br />
Secarik tikar pandan<br />
Kemudian dituntunnya aku ke sebuah pancuran<br />
Airnya bening dan dingin mengalir beraturan<br />
Tanpa kata dia berwudhu duluan<br />
Aku pun di bawah air itu menampungkan tangan<br />
Ketika kuusap mukaku, kali ketiga secara perlahan<br />
Hangat air yang terasa, bukan dingin kiranya<br />
Demikianlah air pancuran<br />
Bercampur dengan air mataku<br />
Yang bercucuran</p>
<p>&#8211;Jeddah, 30 Januari 1988&#8211;</p>
Posted in Sastra  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=168&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/09/20/mencari-sebuah-masjid-taufiq-ismail/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Awal di Tanah yang Diberkahi</title>
		<link>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/08/28/awal-di-tanah-yang-diberkahi/</link>
		<comments>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/08/28/awal-di-tanah-yang-diberkahi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 03:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini, insya Allah, mengawali tulisan-tulisan berikutnya yang akan menceritakan pernak-pernik harian saya di tanah yang diberkahi, Arab Saudi. Dan di bagian ini, saya pengen cerita tentang proses nyampenya saya di sini (Jeddah) dan aktivitas awal sebelum kuliah. Tiket udah dipesen untuk pemberangkatan dari Soekarno Hatta, Jakarta. Secara, gak ada bandara di Tegal!! Masa harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=164&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Tulisan ini, insya Allah, mengawali tulisan-tulisan berikutnya yang akan menceritakan pernak-pernik harian saya di tanah yang diberkahi, Arab Saudi. Dan di bagian ini, saya pengen cerita tentang proses nyampenya saya di sini (Jeddah) dan aktivitas awal sebelum kuliah. Tiket udah dipesen untuk pemberangkatan dari Soekarno Hatta, Jakarta. Secara, gak ada bandara di Tegal!! Masa harus nglemparin tali ke atas biar dikerek ama pesawat??? hahaha&#8230; Karena itulah, akhirnya diputuskan untuk transit di Jakarta, sehari sebelum keberangkatan.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Oh ya, sebelumnya harus berjuang keras buat mberesin bawaan. Info pertama yang didapet, maksimal bawaan yang masuk bagasi, 20 kilo. Wah, sampe dibela-belain tuh nimbang di tukang jual besi tua, hahaha&#8230; Ternyata beratnya 23,5 kilo. Waduh&#8230; berabe nih!!! Mana kelebihan per kilonya kena bayar 48 dolar!! Tapi ternyata, info terakhir yang didapet, maksimal beratnya jadi 30 kilo. Duh, senengnya!!! Gak jadi nombok cing, hahaha&#8230;</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Akhirnya, masa itu pun tiba, untuk meninggalkan Indonesia, tanah dan orang-orang yang dicinta. Ada isak haru di bandara, tapi ada sorot harapan yang mengiringinya. Terasa sesak, namun terselip lega karena gembira melihat binar bangga di mata mereka. Berangkat bareng 5 orang temen Indonesia yang lain. Transit di Abu Dhabi. Gile, lama bener di sini. Lebih dari 6 jam!! Mana dingin banged!! Tuh bandara apa kulkas ya??? hehehe&#8230; Bener-bener manteb dah. Dibela-belain mondar-mandir, tetep gak ngaruh ke badan. Yang ada malah nambah linu aja, hahaha&#8230;</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Alhamdulillah sampe Jeddah jam 4 pagi sebelum subuh. Udah ditungguin sama orang KAUST. Abis pengecekan visa yang lama, akhirnya kita keluar bandara. Ada jemputan mobil yang mau nganter kita ke Intercontinental Hotel. Ya Allah, pas ngeliat papan suhu, ternyata suhu Jeddah abis subuh udah 31. Mantabs!! Gimana siangnya tuh!! hahah.. Nyampe hotel langsung beberes bawaan bentar, dan tidur pulas. Capek banget belasan jam perjalanan. Dan ternyata tidur bikin saya melewatkan sesi poto buat syarat tes kesehatan, hahaha&#8230; dodol nih&#8230;</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Hari-hari di sini kadang menyenangkan, kadang membosankan. Seneng karena banyak ketemu teman dari banyak negara, jalan-jalan, ngobrol-ngobrol, sampe maen ke kampus KAUST. Kadang bosen soalnya kegiatannya banyak di kamar dan &#8220;internet connection unavailable&#8221;. Hahaha,,, Oh ya, pas maen ke kampus KAUST, manteb banget dah!! Kampusnya luas bener. Teknologinya canggih-canggih. Kelasnya keren. Subhanallah dah. Ya, emang masih banyak bangunan yang belum jadi sih. Tapi, it&#8217;s ok lah. Namanya aja kampus baru. Buat yang pengen liat detailnya, silakan maen ke album poto di fesbuk, nggih ^_^</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Dan Kamis ini dikasih kesempatan buat buka bareng di Konjen RI Jeddah. Seneng banget. Dijemput ama Pak Abdullah pake mobil. Soalnya, total kita ada 16 orang dan kita juga gak tau jalan ke Konjen, jadi ya mesti dijemput, hehe. Kirain bisa makan kolak di situ, eh ternyata bukanya pake korma ama pastel, hiks. Padahal, dah ngebet pengen kolak, hehehe&#8230; Luar biasa gedungnya. Orang-orangnya juga. Ramah ala Indonesia. Sempat ngobrol ama Pak Lama, kepala sekolah Indonesia yang ada di Jeddah. Asik dah. Banyak dapet info sama wejangan juga. Sayang gak lama di situ. Abis makan malam, langsung ke hotel. Padahal pengen ngikut tarawih di situ, hiks&#8230;</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Oh ya, mulai Sabtu ini, mahasiswa KAUST udah mulai program orientasi sebelum ngampus 5 September. Mohon doanya nggih ^_^. Insya Allah, kisah orientasi bakal ditulis. Pantengin aja, bro/sist ^_^&#8230;.</div>
<p>Tulisan ini, insya Allah, mengawali tulisan-tulisan berikutnya yang akan menceritakan pernak-pernik harian saya di tanah yang diberkahi, Arab Saudi. Dan di bagian ini, saya pengen cerita tentang proses nyampenya saya di sini (Jeddah) dan aktivitas awal sebelum kuliah. Tiket udah dipesen untuk pemberangkatan dari Soekarno Hatta, Jakarta. Secara, gak ada bandara di Tegal!! Masa harus nglemparin tali ke atas biar dikerek ama pesawat??? hahaha&#8230; Karena itulah, akhirnya diputuskan untuk transit di Jakarta, sehari sebelum keberangkatan.</p>
<p>Oh ya, sebelumnya harus berjuang keras buat mberesin bawaan. Info pertama yang didapet, maksimal bawaan yang masuk bagasi, 20 kilo. Wah, sampe dibela-belain tuh nimbang di tukang jual besi tua, hahaha&#8230; Ternyata beratnya 23,5 kilo. Waduh&#8230; berabe nih!!! Mana kelebihan per kilonya kena bayar 48 dolar!! Tapi ternyata, info terakhir yang didapet, maksimal beratnya jadi 30 kilo. Duh, senengnya!!! Gak jadi nombok cing, hahaha&#8230;</p>
<p><span id="more-164"></span></p>
<p>Akhirnya, masa itu pun tiba, untuk meninggalkan Indonesia, tanah dan orang-orang yang dicinta. Ada isak haru di bandara, tapi ada sorot harapan yang mengiringinya. Terasa sesak, namun terselip lega karena gembira melihat binar bangga di mata mereka. Berangkat bareng 5 orang temen Indonesia yang lain. Transit di Abu Dhabi. Gile, lama bener di sini. Lebih dari 6 jam!! Mana dingin banged!! Tuh bandara apa kulkas ya??? hehehe&#8230; Bener-bener manteb dah. Dibela-belain mondar-mandir, tetep gak ngaruh ke badan. Yang ada malah nambah linu aja, hahaha&#8230;</p>
<p>Alhamdulillah sampe Jeddah jam 4 pagi sebelum subuh. Udah ditungguin sama orang KAUST. Abis pengecekan visa yang lama, akhirnya kita keluar bandara. Ada jemputan mobil yang mau nganter kita ke Intercontinental Hotel. Ya Allah, pas ngeliat papan suhu, ternyata suhu Jeddah abis subuh udah 31. Mantabs!! Gimana siangnya tuh!! hahah.. Nyampe hotel langsung beberes bawaan bentar, dan tidur pulas. Capek banget belasan jam perjalanan. Dan ternyata tidur bikin saya melewatkan sesi poto buat syarat tes kesehatan, hahaha&#8230; dodol nih&#8230;</p>
<p>Hari-hari di sini kadang menyenangkan, kadang membosankan. Seneng karena banyak ketemu teman dari banyak negara, jalan-jalan, ngobrol-ngobrol, sampe maen ke kampus KAUST. Kadang bosen soalnya kegiatannya banyak di kamar dan &#8220;internet connection unavailable&#8221;. Hahaha,,, Oh ya, pas maen ke kampus KAUST, manteb banget dah!! Kampusnya luas bener. Teknologinya canggih-canggih. Kelasnya keren. Subhanallah dah. Ya, emang masih banyak bangunan yang belum jadi sih. Tapi, it&#8217;s ok lah. Namanya aja kampus baru. Buat yang pengen liat detailnya, silakan maen ke album poto di fesbuk, nggih ^_^</p>
<p>Dan Kamis ini dikasih kesempatan buat buka bareng di Konjen RI Jeddah. Seneng banget. Dijemput ama Pak Abdullah pake mobil. Soalnya, total kita ada 16 orang dan kita juga gak tau jalan ke Konjen, jadi ya mesti dijemput, hehe. Kirain bisa makan kolak di situ, eh ternyata bukanya pake korma ama pastel, hiks. Padahal, dah ngebet pengen kolak, hehehe&#8230; Luar biasa gedungnya. Orang-orangnya juga. Ramah ala Indonesia. Sempat ngobrol ama Pak Lama, kepala sekolah Indonesia yang ada di Jeddah. Asik dah. Banyak dapet info sama wejangan juga. Sayang gak lama di situ. Abis makan malam, langsung ke hotel. Padahal pengen ngikut tarawih di situ, hiks&#8230;</p>
<p>Oh ya, mulai Sabtu ini, mahasiswa KAUST udah mulai program orientasi sebelum ngampus 5 September. Mohon doanya nggih ^_^. Insya Allah, kisah orientasi bakal ditulis. Pantengin aja, bro/sist ^_^&#8230;.</p>
Posted in Diary  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=164&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/08/28/awal-di-tanah-yang-diberkahi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Risalah Paris (Part IV-Final)</title>
		<link>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/08/17/risalah-paris-part-iv-final/</link>
		<comments>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/08/17/risalah-paris-part-iv-final/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 04:04:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Setiba di Sorbonne, kami langsung mencari &#8220;altar suci&#8221;, ungkapan yang sering dipakai Andrea Hirata di bukunya. Maka, berjalanlah kami menyusuri trotoar St Michel Boulevard. Sambil melihat peta, kami tengok kanan kiri, barangkali sudah tampak &#8220;altar suci&#8221;-nya. Setelah kurang lebih 700an meter kami berjalan, di sebelah kiri kami berdiri dengan gagahnya sebuah gereja besar. Dan itulah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=159&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setiba di Sorbonne, kami langsung mencari &#8220;altar suci&#8221;, ungkapan yang sering dipakai Andrea Hirata di bukunya. Maka, berjalanlah kami menyusuri trotoar St Michel Boulevard. Sambil melihat peta, kami tengok kanan kiri, barangkali sudah tampak &#8220;altar suci&#8221;-nya. Setelah kurang lebih 700an meter kami berjalan, di sebelah kiri kami berdiri dengan gagahnya sebuah gereja besar. Dan itulah &#8220;altar suci&#8221;!! Sebenarnya niat kami mau menjelajah di sekitarnya, tapi apa daya perut nampaknya sudah nggak bisa berkompromi. Karena itu, kami cuma mengambil gambar di sekitarnya. Eh, ternyata ada sosok patung Auguste Comte di sekitar Sorbonne. Kalo nggak salah, beliau ini tokoh dalam sosiologi ya? Udah lupa soalnya, hehe. Mengingat kondisi perut yang sudah mencapai klimaks laparnya, segeralah mencari tempat makan terdekat. Setelah makan, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 5an. Sudah sore. Akhirnya, terpaksa kami batalkan rencana singgah di kampus Sorbonne. Kami harus segera ke Notredame!!</p>
<p><span id="more-159"></span></p>
<p>Notredame tidak jauh letaknya dari stasiun Clunny de la Sorbonne, stasiun terakhir kami turun. Waktu jalan menuju Notredame, ada patung air mancur. Rame banget di situ. Terpaksa deh, poto-poto di situ, hehe. Sayang, gak tau namanya, hehe. Puas poto2, kami bergegas ke Notredame. Waktu semakin sore dan panas semakin terik. Ampun dah, Paris panas banget kayak Jakarta!! Astaghfirullah, hampir dehidrasi!! Tapi tetep disempetin poto di deket sungai Seine, depan papan petunjuk jalan, sama papan info metro, haha. Alhamdulillah, sampe juga di Notredame! Gereja tua besar dengan parade burung di halaman depannya. Cukup ramai dengan banyak pengunjung. Bahkan, ada orang Jepang yang ngakak-ngakak gak jelas pas saya ngambil gambar, hehe.</p>
<p>Semua target kunjungan sudah dikunjungi dan waktu juga semakin sore. Maka, kami harus segera pulang ke hotel, segera berbenah karena pagi-pagi harus segera check out dari hotel, menuju Charles de Gaulle Airport. Menuju hotel, sempat mampir di toko kecil, buat beli air mineral. Masya Allah, benar-benar semakin menyadari bahwa kita harus banyak bersyukur. Harga air di kita jauh lebih murah dari di sini. Sesampainya di hotel, segera shalat, dan mandi. Keringatnya minta ampun. Karena udah seger, langsung nyalain laptop dan meng-upload beberapa foto yang tadi diambil, hehehe. Mumpung koneksi internetnya ada dan cepet. Sambil upload, sambil beresin koper, sambil nunggu maghrib yang setia datang jam 10 malam. Ternyata, barang bawaan yang dibawa dari Paris cukup banyak. Padahal, udah sedikit belinya. Alokasi utama buat keluarga besar. Alhamdulillah semua urusan beres sekitar jam 11an.</p>
<p>Paginya, kami check out dari hotel jam 11. Langsung jalan kaki menuju stasiun terdekat dengan barang bawaan ala pengungsi, hehe. Alhamdulillah, meskipun ada sedikit insiden di stasiun tapi tidak membuat kami terhambat sampai di bandara. Di boarding room, ternyata ada toko yang jual cokelat. Sambil nunggu check in, akhirnya mampir dulu ke situ, sekalian ngabisin koin euro yang masih ada. Lumayan banyak pilihannya. Lumayan murah juga. Dan akhirnya, waktu yang dinanti datang juga. Meninggalkan Paris!! Alhamdulillah, saya tiba kembali di Indonesia pada hari Jumat jam 11 siang setelah sempat transit di Malaysia.</p>
<p>Terima kasih saya ucapkan dan penghargaan setinggi-tingginya untuk semua pihak yang telah memotivasi dan mendoakan, sehingga dari proses awal sampai kepulangan saya mengikuti acara conference di Paris tersebut dapat berjalan dengan baik. Dan rangkaian tulisan ini adalah oleh-oleh yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan dapat menginspirasi yang membacanya untuk berbuat jauh lebih baik lagi. Au revoir!! Merci!! ^_^</p>
Posted in Diary  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=159&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/08/17/risalah-paris-part-iv-final/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Risalah Paris (part III)</title>
		<link>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/08/03/risalah-paris-part-iii/</link>
		<comments>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/08/03/risalah-paris-part-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 23:40:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan cerita di bagian sebelumnya, kami sudah sampai di stasiun metro. Cukup lengang saat itu, mungkin karena sudah malam, hampir jam 2. Setelah membeli tiket di mesin jual otomatis, kami langsung masuk ke peron. Baru duduk, tiba-tiba ada teriakan dari peron seberang. &#8220;Closed&#8221;, katanya. Hah?? Waduh, gimana nih?? Mana cuma tau pake kereta doang cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=157&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Melanjutkan cerita di bagian sebelumnya, kami sudah sampai di stasiun metro. Cukup lengang saat itu, mungkin karena sudah malam, hampir jam 2. Setelah membeli tiket di mesin jual otomatis, kami langsung masuk ke peron. Baru duduk, tiba-tiba ada teriakan dari peron seberang. &#8220;Closed&#8221;, katanya. Hah?? Waduh, gimana nih?? Mana cuma tau pake kereta doang cara nyampenya. Setelah keluar, akhirnya terpikir untuk memakai taksi. Terpaksa kita jalan ke depan eiffel lagi, karena taksinya banyak ngumpul di situ. Udah coba nyetop di jalan, tapi taksinya gak mau pada minggir. Di depan eiffel, kami dapet nyetop satu taksi. Wah, ribet juga. Sopirnya gak bisa bahasa inggris ^_^ Hmm, akhirnya kami tunjukin aja lokasinya pake peta. Dan ternyata, tuh sopir gak mau. Gak tau deh alasannya. Tapi mungkin kejauhan kali ya. Di ujung selatan soalnya. Dan eiffel ada di hampir ujung barat.</p>
<p><span id="more-157"></span>Ya sudah. Kami coba ke taksi yang lain lagi. Dan hasilnya ternyata sama juga. Nggak mau. Wah, alamat nih bakal nungguin ampe pagi. Mau gimana lagi?? Udah coba semuanya, tetep aja nggak bisa. Akhirnya, kami tunggu di halte depan eiffel. Masih ada beberapa orang lalu lalang dari dalam kompleks eiffel. Ada beberapa orang yang mabuk. Keliatan dari gaya jalan dan teriakannya yang udah gak karuan. Untungnya lagi summer di Paris. Dingin sih. Tapi gak terlalu lah. Masih bisa ditahan pake jaket yang dipake. Gak lama setelah duduk di halte, ada dua orang, laki-laki dan perempuan, yang menghampiri kami di halte. Mereka bertanya, &#8220;Indonesia?&#8221;. Hahaha, ternyata ada orang Indonesia juga yang malem-malem masih berkeliaran di Eiffel. Akhirnya, kami ngobrol. Keduanya pengantin baru dari Surabaya, transit dulu di Paris, mau ke Amsterdam esok paginya. Sengaja ke Eiffel karena nanggung mau nginep di hotel, katanya. Takdir ternyata mempertemukan kami jadi &#8220;gelandangan&#8221; di Eiffel. Hahahaha&#8230;</p>
<p>Esok pagi sekitar jam 5.30an, kami sudah sampai di stasiun. Berpisah dengan mas dan mbak yang terlantar bareng di halte Eiffel karena mereka mau ke bandara. Alhamdulillah, sudah sampe di hotel lagi 45 menit kemudian. Karena semalam tidur cuma sebentar doang, akhirnya sepakat sesi pagi ini gak dateng ke tuh seminar. Kagak kuat nih mata cuy!! Maap ya KAUST ^_^ Kami ikut seminar lagi di sesi habis makan siang dengan muka yang masih setengah ngantuk, hehehe. Lumayan semangat lah hari itu. Kita ikut sesinya sampe full malem. Ada beberapa paper yang menarik, ada yang membosankan juga. Di sela-sela sesi, kami membuka kembali buku panduan seminar tentang jadwal acara. Dan baru menyadari bahwa besok pas hari terakhir, hanya sampe tengah hari doang. Asikkkk&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Lantas, disusunlah rencana travelling berikutnya untuk esok harinya, sejak tengah hari sampe secapek-capeknya&#8230;</p>
<p>Oh ya, pas makan siang di McD, kami ketemu dan ngobrol banyak dengan orang Afrika yang tinggal di Paris. Dia kerja sebagai dokter. Dia sudah menetap hampir lima tahun di Paris. Dia ini muslim. Tapi pas saya nanya, &#8220;do you drink?&#8221;, dia bilang iya. Lha??? Gimana to?? Dia bilang, sulit bertahan dengan kondisi cuaca di Paris. Mungkin juga ditambah dengan kultur orangnya kali ya. Katanya sih, jarang banget di Paris nemu matahari kayak summer sekarang. Dia bilang, beruntung banget kami datang ke Paris di musim kayak gini. Oh ya, dia berencana ambil libur summer pas ramadhan. Gak kuat puasa di Paris. Iya sih, 18 jam bo!! hehehe&#8230; Menyenangkan ngobrol sama beliau ini. Dapet banyak info lah sekalian latihan ngobrol inggris ^_^</p>
<p>Sekarang sudah hari terakhir seminar, hari ke-5 kami di Paris, sehari sebelum kami terbang besok siang. Rencana sudah disusun. Setelah seminar selesai, kami akan mengunjungi Arc de Triomphe, Musee du Louvre, Sorbonne, dan Notre Dame. Urutan tempat diatur berdasarkan arah rute metro yang harus kami tempuh. Peta paris mbantu banget. Mungkin karena mereka sudah menyiapkan dirinya menjadi kota wisata. Beda betul dengan Indonesia. Kalau saya warga asing dan baru singgah di Soekarno Hatta, pasti akan sangat kesulitan untuk berwisata karena gak disediain peta dan pusat informasi yang jelas di bandara. Apatah lagi sarana transportasinya, tak perlu lah itu dibahas. Nah, kembali ke Paris sekarang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah seminar selesai, perjalanan pun dimulai. Tujuan pertama adalah Arc de Triomphe. Tempatnya dekat menara Eiffel. Kalau naik metro, turun di Charles de Gaulle Etoile. Keluar dari metro, langsung terpampang megahnya tuh Arc de Triomphe. Bangunannya lumayan gede dari jauh. Dan yang menarik, tuh menara ada di tengah 16 jalur persimpangan!! So, Simpang Lima-nya Semarang kagak ada apa-apanya, hehe. Sampai di tempatnya, saya sempet diisengin sama bule perancis yang berujung saya harus memberinya 1 euro, dengan terpaksa, hehe. Kami naik ke atas. Capek juga. Tangganya melingker-lingker saking banyaknya. Tapi, puas banget waktu dah sampe di atas. Bisa ngeliat Paris dari atas pas siang hari. Bisa ngeliat Eiffel juga. Keren lah pokoke, hehehe&#8230; Oh ya, di dinding bangunannya tertulis nama-nama orang. Mungkin, nama tentara atau panglima yang gugur waktu perang kali. Soalnya, konon menara ini memang dibangun buat mengenang kemenangan pasukan Perancis di medan peperangan.</p>
<p>Setelah cukup bersenang-senang, kami meluncur langsung ke Louvre. Cukup satu metro dan turun di stasiun Palais Royal Musee du Louvre. Louvre ini ternyata guedeee banget, hehehe. Kalau mau ke sana sih, saran saya harus nyiapin waktu dari pagi sampai sore. Biar puas. Ambil foto di depan piramida kaca, yang terkenal lewat buku dan film &#8220;Da Vinci Code&#8221;. Ada lukisan Monalisa yang fenomenal. Ada juga lukisan dari Eropa jaman dahulu. Kebanyakan bernuansa gereja. Meskipun saya bukan pecinta dan penikmat seni, tapi kayaknya artistik banget. Sempat beli oleh-oleh dari orang Afrika juga. Dan lagi-lagi muslim. Bahkan mereka tahu Indonesia. Kayaknya, muslim Perancis didominasi oleh imigran, khususnya dari Afrika.</p>
<p>Tujuan melancong berikutnya adalah Sorbonne. Dari Louvre, butuh dua kali naik metro. Turun di stasiun Jussie, kemudian pindah kereta, dan turun di stasiun Clunny La Sorbonne. Di Sorbonne, target kunjungan utama kami adalah kampus Sorbonne yang diceritain Andrea Hirata di buku tetralogi Laskar Pelangi-nya. Turun dari kereta, kami keluar dari subway. Hmm, daerah Sorbonne ini lebih ramai dibandingkan tempat-tempat yang pernah dikunjungi sebelumnya. Mungkin karena di tengah kota dan dekat kampus. Toko-toko di kanan kiri jalan banyak. Lalu lalang kendaraan juga lumayan. Bagaimana ceritanya di sini?? Tunggu aja di part terakhirnya. Merci&#8230; ^__^</p>
Posted in Tulisan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=157&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/08/03/risalah-paris-part-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Risalah Paris (part II)</title>
		<link>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/07/29/risalah-paris-part-ii/</link>
		<comments>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/07/29/risalah-paris-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 03:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beristirahat sejenak di hotel, kami putuskan untuk segera melancong. Hehehe. Soalnya, besok Minggu sudah dimulai conference-nya. Tujuan awal adalah menara Eiffel. Setelah membaca peta wisata yang diambil dari bandara, lumayan jauh jaraknya dari metro terdekat dari hotel. Ada 10 stasiun metro yang harus dilewati. Stasiun Bir Hakiem, tujuannya. Kami berangkat selepas shalat Dzuhur. Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=153&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah beristirahat sejenak di hotel, kami putuskan untuk segera melancong. Hehehe. Soalnya, besok Minggu sudah dimulai conference-nya. Tujuan awal adalah menara Eiffel. Setelah membaca peta wisata yang diambil dari bandara, lumayan jauh jaraknya dari metro terdekat dari hotel. Ada 10 stasiun metro yang harus dilewati. Stasiun Bir Hakiem, tujuannya. Kami berangkat selepas shalat Dzuhur. Dan waktu Dzuhur di Paris adalah 13.52. Lagi summer soalnya. Ashar malah jam 6 sorean. Hehehe&#8230;</p>
<p><span id="more-153"></span></p>
<p>Eiffel sedang penuh-penuhnya ternyata. Banyak orang berkumpul. Dan waktu ngeliat Eiffel pertama kali sempat muncul rasa kagum. Tapi, cuma sesaat. Kok kayaknya biasa aja ya?? Cuma bangunan menara yang tinggi doang. Hmm, tapi mungkin karena nilai historis dan Parisnya, kenapa orang begitu ingin datang ke sini. Standar lah di sana. Poto sana poto sini. Sekedar mengabadikan bukti visual historis, bahwa dulu saya pernah ke sini. Hihihi&#8230; Oh ya, di depan Eiffel ada sungai Sheine. Lebar. Bersih. Bagus lah. Ada air mancur juga di seberang Eiffel. Kelihatannya sih gedung pemerintahan. Belum sempat ke sana karena badan sudah sangat lelah. Jet lag, istilah kerennya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kami pulang ke hotel setelah cukup puas membeli beberapa suvenir di kios pinggir paris. Beli sekedarnya aja. Buat keluarga besar. Di hotel, sempat online sebentar. Mengecek email dan memberitahukan kondisi kepada keluarga. Oh ya, sebelumnya sempat bermasalah dengan koneksi listrik. Lubang listrik di Paris berbeda dengan di Indonesia. Ada semacam lempengan besi kayak paku di lubang buat colokan. Colokan laptop pun tak bisa masuk. Alhamdulillah, ditunjukkin suatu toko sama petugas hotel yang menjual aneka macam barang, semacam toko kelontong gitu. Harganya lumayan mahal untuk ukuran colokan bagi kantong orang Indonesia, 2,95 euro (40-an ribu). Tapi, demi kelangsungan hidup untuk tetap terkoneksi dengan dunia maya, dibeli juga lah colokan itu, hehehe&#8230;</p>
<p>Minggu pagi pun tiba. Inilah hari pertama conference dimulai. Kami memutuskan berjalan kaki ke hotel tempat acara. Tak terlalu jauh dari hotel, sekitar 25 menit perjalanan. Letaknya tidak jauh dari stasiun metro keberangkatan awal menuju ke Eiffel. Deg-degan karena ini event internasional pertama yang kami ikuti. Apalagi mengingat banyak ketidaktahuan kami tentang materi seminar. Saya pribadi sih mencoba membesarkan hati dan nyali. Meski semuanya serba ngepas, mudah-mudahan bisa dapet ilmu yang banyak dari acara ini. Aamiin&#8230; Dengan pedenya, melangkah masuk ke hotel mewah tempat acaranya, menuju ruang registrasinya. Sudah cukup ramai ternyata. Muka-muka bule, cina, dan india yang mendominasi. Cukup minder juga. Apalagi melihat tampilan mereka yang tenang, elegan, dan percaya diri.</p>
<p>Pengurusan registrasi pun beres. Agenda hari pertama adalah tutorial dan workshop. Di sesi pertama, kami memutuskan mengikuti workshop &#8220;Statistical and Relational Learning and Mining in Bioinformatics&#8221;. Namanya aja udah bikin keder, hahaha&#8230; Dan, fakta ternyata membuktikan &#8220;iya&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Di dalam ruangan itu, kami mencoba mendengarkan dengan seksama apa yang dipaparkan, membaca kembali papernya, menelaah, dan hasilnya tetep &#8220;masih belum mudeng&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Akhirnya, setelah break makan siang, kami beralih ke tutorial &#8220;New Directions in Data Quality Mining&#8221;. Alhamdulillah, di tutorial ini kami cukup paham apa yang disampaikan oleh pemateri. Puas lah. Kalo dikasih range antara 1-10 untuk tutorial ini, kita kasih nilai 8!! hahaha&#8230;</p>
<p>Oh ya, di acara ini kami ketemu dengan orang Indonesia yang mewakili kampus di Singapore untuk presentasi paper ilmiahnya. Keren banget!!! Namanya David Lo. Sayang, orang sepintar beliau ini sudah menghabiskan waktu dari S1-S3-nya sekarang di kampus Singapore. Inilah fenomena &#8220;Brain Drain&#8221;. Dan masih ada ribuan, puluhan ribu David Lo-David Lo yang lain. Ketika negara tidak lagi bisa memberikan alokasi, proteksi, dan proporsi yang tepat dan memadai untuk orang-orang seperti beliau, kita tinggal menunggu waktu saja melihat migrasi otak-otak brilian meninggalkan bangsa ini. Mungkin yang tertinggal adalah mereka yang masih kuat idealismenya, yang percaya bahwa tangan-tangan mereka masih bisa menghasilkan karya-karya agung untuk bangsa yang dicintainya.</p>
<p>Hari pertama ditutup dengan Award Presentation untuk pengirim paper terbaik, pemenang lomba, dan beberapa penghargaan lainnya. Dari beberapa pemenang penghargaan itu, saya sangat terkagum-kagum dengan Jure Leskovec. Dia ini mendapat penghargaan &#8220;Dissertation Award&#8221;. Padahal usianya masih sangat muda. Kalo dilihat dari roman wajahnya, begitu bersemangat, santai, tenang, bukan &#8220;wajah orang pintar&#8221; ala Indonesia, hahaha&#8230; Bahkan, kalo jadi artis, kayaknya juga pantes tuh!! Ketika maju ke podium untuk menyampaikan hasil disertasinya, dia hanya menggunakan kaos biasa!! Casual banget lah!! Bener-bener gak seperti orang Indonesia yang selalu pengen sok rapi di forum-forum resmi. Ternyata kesantaiannya tidak berbanding lurus dengan isi kepalanya. Pemaparannya tenang serta jelas. Orang yang baru terlibat di dunia data mining seperti saya pun lumayan memahami gagasan yang disampaikan. Maka berkomitmenlah saya, haruslah saya mampu berdiri di sana tak lama lagi, menunjukkan kepada dunia, bahwa kami, orang muslim, orang Indonesia, punya prestasi! Insya Allah&#8230;</p>
<p>Di hari kedua, jadwal conference sudah dipenuhi dengan presentasi paper hasil research. Puyeng juga baca judul-judulnya. Hahaha. Tapi menyenangkan lah. Di hari kedua ini, tercetus ide untuk melihat Eiffel di malam hari. Kayaknya memang belum puas kunjungan siang yang lalu. Dan lagi, melihat Eiffel malam hari keren juga kayaknya, hehehe. Maka setelah konferensi, kami pun harus menunggu sampai hari berganti gelap. Kami baru keluar hotel sekitar jam 10,30, karena memang maghrib baru sekitar jam 10. Sampai di Eiffel sekitar jam 11.30 malam. Alhamdulillah, ternyata antrean untuk naik ke atas Eiffel tidak seramai ketika siang hari. Akhirnya kami memutuskan untuk naik ke atas. Subhanallah&#8230; luar biasa pemandangan Paris dari atas Eiffel. Kerlap-kerlip lampunya. Udaranya. Rasanya. Mantabs. Saat sedang menikmati, tiba-tiba petugas penjaga memanggil-manggil, berteriak bahwa Eiffel akan tutup. Sudah jam 12.30. Maka, semua pengunjung pun turun, termasuk kami di dalamnya.</p>
<p>Kami pun berniat kembali ke hotel. Sesuai dengan informasi sebelumnya yang diterima, metro terakhir adalah pukul 2 malam. Kami pun tidak terlalu terburu-buru mengejar metro, karena waktu dirasa masih mencukupi untuk berjalan dari Eiffel menuju stasiun. Tidak kami sadari, peristiwa yang kami hadapi setelah ini adalah peristiwa yang tidak akan mungkin terlupakan sampai kapanpun. Tunggu saja part III-nya, prikitiuwww&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Diary  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=153&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/07/29/risalah-paris-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Risalah Paris (part I)</title>
		<link>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/07/09/risalah-paris-part-i/</link>
		<comments>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/07/09/risalah-paris-part-i/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 03:36:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.wordpress.com/2009/07/09/risalah-paris-part-i/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah bagian pertama dari empat rangkaian tulisan tentang pengalaman, kesan, dan segala sesuatu yang mengiringi proses perjalanan saya ke Paris (26 Juni-3 Juli). Tujuan keberangkatan ke Paris ini adalah untuk menghadiri suatu conference tentang Knowledge Discovery yang diselenggarakan oleh ACM (Association Computing Machinery). Mengingat adanya niat, tetapi tiadanya biaya, akhirnya kami mengajukan proposal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=151&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Tulisan ini adalah bagian pertama dari empat rangkaian tulisan tentang pengalaman, kesan, dan segala sesuatu yang mengiringi proses perjalanan saya ke Paris (26 Juni-3 Juli). Tujuan keberangkatan ke Paris ini adalah untuk menghadiri suatu conference tentang Knowledge Discovery yang diselenggarakan oleh ACM (Association Computing Machinery). Mengingat adanya niat, tetapi tiadanya biaya, akhirnya kami mengajukan proposal ke KAUST (kampus S2 kami) supaya mau menanggung segala kebutuhan kami menuju ke sana. Proposal diajukan pada akhir April. Dan alhamdulillah, pada pertengahan Mei mendapatkan jawaban lewat email bahwa proposal kami di-approve. Kemudian bersegeralah kami menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari pendaftaran, pencarian hotel, visa, asuransi dan segala hal lainnya. Tantangan pertama datang dari prosesi pembayaran untuk registrasi, hotel dan asuransi. Semuanya harus dibayarkan melalui kartu kredit. Alamaaak&#8230; mana punya kita kartu kredit. Tabungan aja seada-adanya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Alhamdulillah, Allah membantu dengan mengetuk hati salah seorang keluarga untuk rela meminjamkan kartu kreditnya kami gunakan.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Tantangan tak berhenti di situ. Tantangan berikutnya adalah adanya jadwal acara ke Singapore pada awal Juni. Ini membuat kami tidak bisa segera meng-apply visa, karena passpornya dipakai dulu buat ke Singapore. Dan ketika akan mengurus visa, ternyata antrian di Jakarta sudah penuh. Kami baru bisa memasukkan aplikasi pada tanggal 17. Padahal, layanan visa adalah 10 hari kerja dan tiket pesawat sudah terpesan untuk tanggal 26. Alhamdulillah, Allah kasih bantuan lagi. Ternyata, visa bisa diurus dari perwakilan Perancis yang ada di Surabaya. Dan di sana memerlukan waktu 14 hari. Aplikasi pun masuk ke perwakilan tersebut pada tanggal 8 Juni.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Tak terasa almanak masehi sudah menunjuk tanggal 22 dan belum ada kabar tentang keluarnya visa. Sempat berkecil hati (tepatnya berputus asa). Mungkin memang belum waktunya untuk bisa menjejakkan kaki di tanah Eropa. Akhirnya dicobalah usaha terakhir, mengirimkan email kepada panitia conference untuk mengontak kedutaan Perancis di Jakarta, sekedar &#8220;mengintervensi&#8221; visa kami. Mudah-mudahan berhasil. Dan, alhamdulillah, Allah bener-bener ngasih rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Di hari-hari menjelang keberangkatan, ada balasan email dari panitia yang mengabarkan bahwa visa kami sudah beres dan sedang dalam proses pengiriman.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Akhirnya, Soekarno Hatta 26 Juni pukul 18.30, kami meninggalkan Indonesia menuju Malaysia. Pesawatnya transit dulu di Kuala Lumpur sebelum menuju Paris. Pukul 21.30 waktu Malaysia, kami sudah sampai. Ketika membaca tiket, kami harus segera menuju gate C15 untuk melanjutkan perjalanan. Hampir 2 jam lamanya menunggu. Dan ketika boarding, petugas yang memeriksa tiket mengatakan bahwa kami salah gate. Seharusnya kami menuju ke gate G8. What????? Pucat pasilah kami. Gimana nggak?? Wong jelas2 di tiket tuh tertulis bahwa gate ke Paris adalah C15. Akhirnya bapak petugas menelepon petugas G8 dan mengatakan kepada kami untuk segera menuju ke gate tersebut. Tanpa berpikir panjang, langsung lah kami berlari. Alhamdulillah, pas shuttle bandara sedang akan berangkat. Turun dari shuttle, langsung lari lagi. Pokoknya lari, sekencang-kencangnya. Di boarding G8, kami dipelototin sama petugas bandara. Hahahaa. Bodo amat lah. Yang penting kekejar nih pesawat. Masuk ke pesawat, masa bodo juga diliatin orang lain. Ternyata nih pesawat cuma nungguin kami buat berangkat. Hwehehe&#8230; Keren juga</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Efek dari berlarian baru dirasakan saat perjalanan. Kepala ama badan masuk angin gak jelas. Mungkin karena perpindahan suhu yang ekstrim dari panas berkeringat ke dinginnya udara AC. Duduk pun rasanya gak karuan. Dibawa tidur ternyata nggak menyelesaikan masalah. Wah, pokoknya bener-bener nggak karuan!! Setelah turun dari pesawat, 11 jam perjalanan, barulah badan ini agak mendingan. Kebantu juga ama suhu bandara yang hangat (untuk tidak dibilang panas). Jam 6.10 kita sampai di Charles de Gaulle, Paris. Bonjour!!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Bandaranya tak terlalu istimewa. Di bawah ekspektasi kita lah. Kayaknya mendingan bandara Kuala Lumpur atau Changi. Tapi, tak apalah. Ini Paris bo!!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Setelah diperiksa passpor dan visa, kami segera mencari bagian informasi, untuk menanyakan cara bagaimana kami bisa sampai ke hotel. Kami tidak berniat memakai taksi. Selain harganya lebih mahal, naik taksi malah tidak menikmati perjalanan. Kami sepakat menggunakan metro, sejenis KRL di Jakarta. Tiketnya lumayan mahal, 8,4 euro (sekitar 120 ribu). Perjalanan menuju stasiun metro terdekat hotel kami sekitar 1 jam karena harus berganti kereta. Keluar dari stasiun, kami segera mencari lokasi hotel. Kami bertanya kepada petugas stasiun dengan bahasa inggris. Eh, kok malah dijawabnya pake bahasa Perancis. Waduh&#8230; Puyeng juga nih. Mana ngerti?? Y udah lah, ambil nekat aja. Berbekal peta kami coba cari sendiri. Di persimpangan sempat bingung. Ngeliat ada bule lewat, coba nanya lagi. Alhamdulillah, bule yang ini bisa bahasa inggris. Kita ikutin deh apa yang dikatakan bule itu. Alhamdulillah, 30 menit kemudian kita sudah sampai di depan hotel. Mungkin kalo di Indonesia, lebih tepatnya disebut losmen. Ukurannya relatif kecil soalnya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;">Oh ya, sempat ketemu mahasiswa S3 Indonesia di metro bandara. Beliau ini S1 Paramadina. Baru sampai ke Paris bareng istrinya. Baru menikah beberapa waktu yang lalu, katanya. Ambil geopolitik di kampus di Paris. Lupa nama kampusnya. Sempat cerita macam-macam. Dan cukup memberikan gambaran awal tentang Paris. Bahkan, sempat dikasih saran buat memperpanjang tinggal di Paris. Hwahaha, sayang gak mungkin. Masih banyak urusan yang harus diselesaikan di Indonesia. Okeh, bagian pertama cukup sekian. Kita akan berlanjut di bagian kedua, nanti <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </div>
<p>Tulisan ini adalah bagian pertama dari empat rangkaian tulisan tentang pengalaman, kesan, dan segala sesuatu yang mengiringi proses perjalanan saya ke Paris (26 Juni-3 Juli). Tujuan keberangkatan ke Paris ini adalah untuk menghadiri suatu conference tentang Knowledge Discovery yang diselenggarakan oleh ACM (Association Computing Machinery). Mengingat adanya niat, tetapi tiadanya biaya, akhirnya kami mengajukan proposal ke KAUST (kampus S2 kami) supaya mau menanggung segala kebutuhan kami menuju ke sana. Proposal diajukan pada akhir April. Dan alhamdulillah, pada pertengahan Mei mendapatkan jawaban lewat email bahwa proposal kami di-approve. Kemudian bersegeralah kami menyiapkan segala sesuatunya, mulai dari pendaftaran, pencarian hotel, visa, asuransi dan segala hal lainnya. Tantangan pertama datang dari prosesi pembayaran untuk registrasi, hotel dan asuransi. Semuanya harus dibayarkan melalui kartu kredit. Alamaaak&#8230; mana punya kita kartu kredit. Tabungan aja seada-adanya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Alhamdulillah, Allah membantu dengan mengetuk hati salah seorang keluarga untuk rela meminjamkan kartu kreditnya kami gunakan.</p>
<p><span id="more-151"></span>Tantangan tak berhenti di situ. Tantangan berikutnya adalah adanya jadwal acara ke Singapore pada awal Juni. Ini membuat kami tidak bisa segera meng-apply visa, karena passpornya dipakai dulu buat ke Singapore. Dan ketika akan mengurus visa, ternyata antrian di Jakarta sudah penuh. Kami baru bisa memasukkan aplikasi pada tanggal 17. Padahal, layanan visa adalah 10 hari kerja dan tiket pesawat sudah terpesan untuk tanggal 26. Alhamdulillah, Allah kasih bantuan lagi. Ternyata, visa bisa diurus dari perwakilan Perancis yang ada di Surabaya. Dan di sana memerlukan waktu 14 hari. Aplikasi pun masuk ke perwakilan tersebut pada tanggal 8 Juni.</p>
<p>Tak terasa almanak masehi sudah menunjuk tanggal 22 dan belum ada kabar tentang keluarnya visa. Sempat berkecil hati (tepatnya berputus asa). Mungkin memang belum waktunya untuk bisa menjejakkan kaki di tanah Eropa. Akhirnya dicobalah usaha terakhir, mengirimkan email kepada panitia conference untuk mengontak kedutaan Perancis di Jakarta, sekedar &#8220;mengintervensi&#8221; visa kami. Mudah-mudahan berhasil. Dan, alhamdulillah, Allah bener-bener ngasih rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Di hari-hari menjelang keberangkatan, ada balasan email dari panitia yang mengabarkan bahwa visa kami sudah beres dan sedang dalam proses pengiriman.</p>
<p>Akhirnya, Soekarno Hatta 26 Juni pukul 18.30, kami meninggalkan Indonesia menuju Malaysia. Pesawatnya transit dulu di Kuala Lumpur sebelum menuju Paris. Pukul 21.30 waktu Malaysia, kami sudah sampai. Ketika membaca tiket, kami harus segera menuju gate C15 untuk melanjutkan perjalanan. Hampir 2 jam lamanya menunggu. Dan ketika boarding, petugas yang memeriksa tiket mengatakan bahwa kami salah gate. Seharusnya kami menuju ke gate G8. What????? Pucat pasilah kami. Gimana nggak?? Wong jelas2 di tiket tuh tertulis bahwa gate ke Paris adalah C15. Akhirnya bapak petugas menelepon petugas G8 dan mengatakan kepada kami untuk segera menuju ke gate tersebut. Tanpa berpikir panjang, langsung lah kami berlari. Alhamdulillah, pas shuttle bandara sedang akan berangkat. Turun dari shuttle, langsung lari lagi. Pokoknya lari, sekencang-kencangnya. Di boarding G8, kami dipelototin sama petugas bandara. Hahahaa. Bodo amat lah. Yang penting kekejar nih pesawat. Masuk ke pesawat, masa bodo juga diliatin orang lain. Ternyata nih pesawat cuma nungguin kami buat berangkat. Hwehehe&#8230; Keren juga</p>
<p>Efek dari berlarian baru dirasakan saat perjalanan. Kepala ama badan masuk angin gak jelas. Mungkin karena perpindahan suhu yang ekstrim dari panas berkeringat ke dinginnya udara AC. Duduk pun rasanya gak karuan. Dibawa tidur ternyata nggak menyelesaikan masalah. Wah, pokoknya bener-bener nggak karuan!! Setelah turun dari pesawat, 11 jam perjalanan, barulah badan ini agak mendingan. Kebantu juga ama suhu bandara yang hangat (untuk tidak dibilang panas). Jam 6.10 kita sampai di Charles de Gaulle, Paris. Bonjour!!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Bandaranya tak terlalu istimewa. Di bawah ekspektasi kita lah. Kayaknya mendingan bandara Kuala Lumpur atau Changi. Tapi, tak apalah. Ini Paris bo!!! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah diperiksa passpor dan visa, kami segera mencari bagian informasi, untuk menanyakan cara bagaimana kami bisa sampai ke hotel. Kami tidak berniat memakai taksi. Selain harganya lebih mahal, naik taksi malah tidak menikmati perjalanan. Kami sepakat menggunakan metro, sejenis KRL di Jakarta. Tiketnya lumayan mahal, 8,4 euro (sekitar 120 ribu). Perjalanan menuju stasiun metro terdekat hotel kami sekitar 1 jam karena harus berganti kereta. Keluar dari stasiun, kami segera mencari lokasi hotel. Kami bertanya kepada petugas stasiun dengan bahasa inggris. Eh, kok malah dijawabnya pake bahasa Perancis. Waduh&#8230; Puyeng juga nih. Mana ngerti?? Y udah lah, ambil nekat aja. Berbekal peta kami coba cari sendiri. Di persimpangan sempat bingung. Ngeliat ada bule lewat, coba nanya lagi. Alhamdulillah, bule yang ini bisa bahasa inggris. Kita ikutin deh apa yang dikatakan bule itu. Alhamdulillah, 30 menit kemudian kita sudah sampai di depan hotel. Mungkin kalo di Indonesia, lebih tepatnya disebut losmen. Ukurannya relatif kecil soalnya.</p>
<p>Oh ya, sempat ketemu mahasiswa S3 Indonesia di metro bandara. Beliau ini S1 Paramadina. Baru sampai ke Paris bareng istrinya. Baru menikah beberapa waktu yang lalu, katanya. Ambil geopolitik di kampus di Paris. Lupa nama kampusnya. Sempat cerita macam-macam. Dan cukup memberikan gambaran awal tentang Paris. Bahkan, sempat dikasih saran buat memperpanjang tinggal di Paris. Hwahaha, sayang gak mungkin. Masih banyak urusan yang harus diselesaikan di Indonesia. Okeh, bagian pertama cukup sekian. Kita akan berlanjut di bagian kedua, nanti <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in Diary  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=151&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/07/09/risalah-paris-part-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bait-bait Hujan</title>
		<link>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/06/02/bait-bait-hujan/</link>
		<comments>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/06/02/bait-bait-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 11:19:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[sore ini hujan singgah di halamanku
datang dengan sejumput pesan
bukan tentang kerinduan darimu
karena lama terpisahnya kita
tapi
tentang tanya yang belum terjawab
kapankah tunainya janji pembaharu itu
yang dulu lantang kupekikkan
juga bukan tentang seonggok cinta
antara dua insan
karena cinta yang ia tagih
adalah bulir-bulir
penantian tentang tekad
bahwa hidup adalah memberi sebanyak-banyaknya
juga keliru ketika kau menganggapnya
sebagai rasa sayang
toh, hujan ini ternyata begitu menggelora
meski turun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=149&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>sore ini hujan singgah di halamanku<br />
datang dengan sejumput pesan<br />
bukan tentang kerinduan darimu<br />
karena lama terpisahnya kita<br />
tapi<br />
tentang tanya yang belum terjawab<br />
kapankah tunainya janji pembaharu itu<br />
yang dulu lantang kupekikkan</p>
<p>juga bukan tentang seonggok cinta<br />
antara dua insan<br />
karena cinta yang ia tagih<br />
adalah bulir-bulir<br />
penantian tentang tekad<br />
bahwa hidup adalah memberi sebanyak-banyaknya</p>
<p>juga keliru ketika kau menganggapnya<br />
sebagai rasa sayang<br />
toh, hujan ini ternyata begitu menggelora<br />
meski turun dengan lirihnya</p>
<p>dan hujan telah telak menohokku<br />
dalam<br />
menghujam<br />
baktiku belum teruji<br />
tekadku masih sebatas nyali<br />
hidupku ternyata miskin arti</p>
<p>-sore hujan, awal juni 2009-</p>
Posted in Sastra  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=149&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/06/02/bait-bait-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buat yang Masuk UI</title>
		<link>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/04/16/buat-yang-masuk-ui/</link>
		<comments>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/04/16/buat-yang-masuk-ui/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 00:43:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Ada titipan info dari rekan PPSDMS yang jadi anggota Majelis Wali Amanat UI:
&#8220;bagi teman2 yg sudah diterima masuk UI melalui jalur SIMAK dan PPKB, jangan khawatir dengan biaya yang dituliskan di web UI. teman2 hanya akan diminta membayar sesuai kemampuan. sehingga angka2 yg ada pada situs adalah angka2 untuk mereka yg penghasilan orang tuanya diatas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=138&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada titipan info dari rekan PPSDMS yang jadi anggota Majelis Wali Amanat UI:</p>
<p>&#8220;bagi teman2 yg sudah diterima masuk UI melalui jalur SIMAK dan PPKB, jangan khawatir dengan biaya yang dituliskan di web UI. teman2 hanya akan diminta membayar sesuai kemampuan. sehingga angka2 yg ada pada situs adalah angka2 untuk mereka yg penghasilan orang tuanya diatas 77juta per bulan.<br />
hingga hari kmrn, jumlah peserta lulus SIMAK UI yg sudah menyerahkan berkas baru sekitar 50%. sementara berkas sudah harus disetor teakhir pada tgl17april2009. hal ini diantaranya disebabkan informasi pada web UI yg sgt tidak informatif sehingga mengesankan masuk UI hrs membayar UP sebesar 5-25 juta dan BOP per semester 5-7,5juta. padahal sesungguhnya peserta didik hanya diwajibkan membayar sesuai kemampuannya.<br />
Jangan nyerah gitu aja, yah.. ^_^&#8221; (Dimas NA, MWA UM UI).</p>
<p>-mohon disebarkan-</p>
Posted in Diary  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=138&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/04/16/buat-yang-masuk-ui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Buku</title>
		<link>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/03/16/dua-buku/</link>
		<comments>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/03/16/dua-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 20:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhdaafif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhdaafif.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Jarang banget saya membaca novel. Apalagi yang berbau-bau melankolis. Alasan pertama, mungkin karena saya laki-laki. Jadi, hal-hal semacam itu, menurut saya pribadi, terlalu cengeng atau terlalu lembek. Alasan kedua, bacaan novel jarang dipakai buat referensi. Berbeda dengan buku-buku umum yang bisa jadi acuan buat karya tulis atau pas bikin tulisan-tulisan ringan. Alasan ketiga, pengalaman saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=136&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jarang banget saya membaca novel. Apalagi yang berbau-bau melankolis. Alasan pertama, mungkin karena saya laki-laki. Jadi, hal-hal semacam itu, menurut saya pribadi, terlalu cengeng atau terlalu lembek. Alasan kedua, bacaan novel jarang dipakai buat referensi. Berbeda dengan buku-buku umum yang bisa jadi acuan buat karya tulis atau pas bikin tulisan-tulisan ringan. Alasan ketiga, pengalaman saya baca beberapa buku novel, sangat cepat dibaca. Gak butuh waktu berhari-hari bisa selesai. Dan selesai dibaca, buku itu tergeletak begitu saja. Sayang banget kan? Udah beli mahal-mahal, cuma digituin doang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi, ada sentuhan aneh ketika saya membaca dua novel berbeda karya Tere Liye, <strong>&#8220;Moga Bunda Disayang Allah&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Bidadari-Bidadari Surga&#8221;</strong>. Dua novel ini berhasil menyihir, atau lebih tepatnya membobol, kerasnya hati saya. Inilah novel yang bisa kembali menyadarkan saya tentang arti <strong>hidup</strong>, <strong>kenyataan</strong>, <strong>mimpi</strong>, dan <strong>perjuangan</strong>. Empat kata yang selama ini menjadi ruh dalam setiap langkah. Kata-kata yang saya yakini, bahwa untuk itulah Allah menjadikan saya ada di bumi ini.</p>
Posted in Diary  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhdaafif.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhdaafif.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhdaafif.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhdaafif.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhdaafif.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhdaafif.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhdaafif.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhdaafif.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhdaafif.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhdaafif.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhdaafif.wordpress.com&blog=1252326&post=136&subd=akhdaafif&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhdaafif.wordpress.com/2009/03/16/dua-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d7dff2a7d19f16843f433175fba7e8d9?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akhdaafif</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>